Cara Merawat Tanaman Bonsai
Bonsai adalah tanaman hias yang dikerdilkan dengan bentuk yang unik di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Tanaman ini akan terlihat cantik apabila dirawat secara rutin. Apa saja perawatan yang bisa dilakukan untuk tanaman bonsai? Yuk simak uraian dibawah ini.
1. Penyiraman bonsai secara rutin
Pada musim kemarau bonsai sebaiknya disiram setiap hari, pada pagi dan sore hari. Dalam penyiraman bonsai harus menggunakan air yang jernih, bersih, tidak berbau, dan bebas garam. Penyiraman dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu menyiramkan air secara langsung kepada media tanam atau dapat juga mencelupkan pot bersama media tanamnya kedalam air hingga air dapat meresap dan media tanam basah benar. Namun jangan siram bonsai dengan terlalu banyak air karena dapat mengakibatkan tumbuh jamur atau akar busuk. Diperlukan kelembaban yang pas, yaitu tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering. Anda dapat menusukkan tusuk gigi ke dalam tanah untuk mengetahui bagaimana tekstur tanah tanaman bonsai tersebut.
2. Pemupukan bonsai
Tanaman bonsai juga memerlukan pemupukan untuk memenuhi nutrisi yang diperlukan oleh tanaman. Pemupukan tersebut bisa dilakukan secara berkala setiap satu bulan sekali dengan menggunakan pupuk NPK atau urea. Pupuk daun juga bisa diberikan sebulan tiga kali. Perlu diperhatikan juga dosis yang digunakan dalam pemupukan harus tepat, tidak berlebihan dan kekurangan karena bisa mempengaruhi pertumbuhan dari bonsai itu sendiri.
Baca juga: Toko Bunga Online Samarinda
Baca juga: Toko Bunga Online Samarinda
3. Penyiangan dan Pemangkasan
Penyiangan tanaman bonsai dapat dilakukan setiap hari. Tujuannya adalah untuk adalah membersihkan tanaman dari hama dan gulma. Untuk menghindari gulma disarankan untuk memberi lumut di permukaan media tanam karena lumut berwarna hijau sekaligus berfungsi sebagai indicator kelembapan. Pemangkasan batang, cabang, ranting, dan daun bonsai dilakukan untuk membentuk bonsai sesuai dengan keinginan. Pemangkasan bisa dilakukan setiap 2 hingga 3 bulan sekali.
4. Pembukaan Kawat
Dalam merawat bonsai, diperlukan juga pembukaan kawat yang mulai masuk ke dalam batang, cabang, atau ranting tanaman bonsai. Laukukan dengan hati-hati mengikuti arah lilitannya agar tidak menimbulkan luka pada tanaman.
5. Pengaturan Pot
- Penempatan Pot
Penempatan pot harus disesuaikan dengan pola tumbuh yang ingin dibuat. Pemilihan model put pun harus disesuaikan dengan pola tumbuh tanaman, yaitu bisa lonjong, oval, atau bulat.
- Penggantian pot
Penggantian pot bertujuan untuk mendorong pertumbuhan akar baru. Pilih pot lebih besar untuk mengakomodasi pertumbuhan bonsai. Pot harus memiliki lubang yang memungkinkan kelebihan air untuk mengalir keluar dari pot, sehingga akar bonsai tidak terendam air.
- Penggantian media tanam dan pemangkasan akar
Hal ini perlu dilakukan jikan akar telah tumbuh padat. Yatu ketika bonsai berumur 6 bulan atau 1 tahun sejak pembuatannya. Caranya murah, bonsai dilepaskan dari potnya, kemudian separuh dari media tanam yang menenpel pada perakaran dibuang dan separuhnya dibiarkan tetap menempel.
6. Cahaya matahari yang cukup
Tanaman bonsai harus mendapatkan keseimbangan yang tepat antara penyiraman, paparan sinar matahari, dan pemangkasan sehingga bonsai tetap sehat. jadi jangan terlalu banyak paparan sinar matahari karena dapat merusak tanaman bonsai tersebut.
7. Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian terhadap hama dan penyakit pada tanaman bonsai adalah dengan cara menyemprotkan insektisida. Insektisida tersebut dapat membasmi wereng coklat dan ulat.
Semoga bermanfaat

Komentar
Posting Komentar